.

[ Riddle ] Segiempat

| Jumat, 05 Juni 2015 | |
Alkisah, lima orang pendaki gunung tersesat di tengah
pegunungan bersalju (versi lain cerita mengatakan mereka
merupakan korban selamat dari suatu kecelakaan pesawat).
Karena tidak kuat, salah satu dari kelima pendaki itu akhirnya
meninggal. Namun keempat temannya yang lain menolak
meninggalkan jenazah teman mereka di tengah gunung dan
memutuskan membawanya.
Hingga suatu saat di tengah badai salju, mereka menemukan
sebuah pondok kayu.
Mereka bersyukur dan segera berlindung di dalam pondok
kayu itu. Pondok itu berbentuk segiempat. Pondok itu tampak
sudah tua, namun masih kokoh.
Celakanya, sama sekali tak ada penerangan di dalam pondok
itu, sehingga mereka terpaksa menghabiskan malam dalam
kondisi gelap gulita.


Mereka meletakkan jenazah teman mereka di tengah ruangan
yang berbentuk segi empat itu.
Mereka mulai bercakap-cakap.
“Malam ini kita tidak boleh tidur. Bila kita tidur, bisa-bisa kita
tidak bangun lagi.”
“Ya, aku tahu. Tapi bagaimana caranya? Bila kita tidak
melakukan sesuatu, kita pasti akan tertidur.”
“Aku tahu, kita lakukan saja suatu permainan.” Usul salah
satu teman mereka, masih dalam kondisi gelap gulita. Mereka
sama sekali tak bisa melihat satu sama lain, jadi mereka tak
tahu dengan siapa mereka berbicara dan siapa yang
mengusulkan permainan itu.
“Permainan apa?”
“Begini, ruangan ini kan berbentuk kotak. Bagaimana jika
masing-masing dari kita berempat berdiri di tiap pojok
ruangan. Nah, saat permainan dimulai, salah satu dari kita
berlari ke pojok ruangan terdekat dan menepuk punggung
temannya yang ada di situ. Lalu ia yang ditepuk punggungnya
harus berlari lagi untuk menepuk punggung temannya yang
ada di pojok terdekat dengannya. Begitu terus hingga kembali
ke orang pertama dan diteruskan sampai fajar tiba.”
“Itu ide bagus,” semua orang tampaknya setuju, “Dengan
begitu kita akan bergerak semalaman dan tubuh kita akan
terasa hangat.”
Akhirnya mereka melakukan permainan itu. Masing-masing
dari mereka, sebut saja A, B, C, dan D berdiri di pojok
ruangan. A mulai berlari ke B dan menepuk pundak B. B
kemudian langsung berlari dan menepuk pundak C. C lalu
berlari menepuk pundak D. Dan begitu seterusnya, mereka
melakukan permainan itu hingga pagi.
Saat pagi tiba, mereka mulai merasa lega. Cahaya mulai
menerangi seluruh ruangan sehingga mereka bisa melihat
seisi ruangan. Salah satu teman mereka rupanya mengenali
tempat ini dan tahu jalan keluar dari tempat itu.
Namun saat mereka menyadari bentuk ruangan yang mereka
tempati sejak semalam, mereka mulai sadar ada yang tidak
benar.
Lalu mereka mulai ketakutan.
Permainan itu ternyata tak sesimpel yang mereka duga.
Permainan dimulai ketika A berlari dan menepuk pundak B. B
kemudian berlari menepuk pundak C. Lalu C berlari menepuk
pundak D. Sampai di sini tak ada masalah. Namun ketika D
berlari ke A, semestinya tak ada orang di sana, sebab A sudah
berada di B. Benar bukan? Sehingga D harus berlari 2 kali
agar dapat menepuk pundak A.
Namun saat mereka bermain, tak ada seorang pesertapun
yang harus berlari dua kali.
Saat tiba di A, D menepuk pundak seseorang yang kemudian
berlari menepuk pundak A yang sedang berada di B.
Merekapun sadar, permainan ini walaupun dilakukan di
ruangan berbentuk segi empat, tak bisa dilakukan oleh empat
orang.
Permainan ini harus dilakukan oleh lima orang.
Namun mereka hanya ada berempat saat mereka melakukan
permainan itu.
Lalu mereka menatap jenazah teman mereka yang terbujur
kaku di tengah ruangan.
Ya, mereka tak hanya berempat di dalam ruangan.
Mereka berlima.

0 komentar:

Posting Komentar