Pada akhir perang Irak, seorang serdadu Amerika menelepon kedua orang tuanya.
“Halo Ayah dan Ibu!” katanya, “Mereka akan mengirimku pulang beberapa hari lagi. Ketika aku pulang, bisakah aku tinggal bersama kalian?”
Tentu saja.” Kata sang ayah bahagia, “Kau bisa tinggal dengan kami kapanpun kau suka.”
“Salah seorang temanku tak punya tempat tinggal lagi. Bisakah dia ikut denganku?”
“Tentu, nak! Temanmu selalu disambut di rumah ini.”
“Tapi, ada sesuatu. yang harus Ayah tahu. Temanku itu menginjak ranjau sehingga kehilangan tangan dan kaki.”
“Halo Ayah dan Ibu!” katanya, “Mereka akan mengirimku pulang beberapa hari lagi. Ketika aku pulang, bisakah aku tinggal bersama kalian?”
Tentu saja.” Kata sang ayah bahagia, “Kau bisa tinggal dengan kami kapanpun kau suka.”
“Salah seorang temanku tak punya tempat tinggal lagi. Bisakah dia ikut denganku?”
“Tentu, nak! Temanmu selalu disambut di rumah ini.”
“Tapi, ada sesuatu. yang harus Ayah tahu. Temanku itu menginjak ranjau sehingga kehilangan tangan dan kaki.”




